Apa Bedanya Intoleransi Laktosa dengan Alergi Susu Sapi?


Apa Bedanya Intoleransi Laktosa dengan Alergi Susu Sapi?


Apa Bedanya Intoleransi Laktosa dengan Alergi Susu Sapi?
Intoleransi laktosa tidak sama dengan alergi susu yang merupakan reaksi tubuh terhadap protein susu.
Intoleransi laktosa (lactose intolerance) adalah kondisi di mana laktase (enzim yang diperlukan untuk mencerna laktosa/gula susu) tidak diproduksi dalam jumlah cukup pada masa dewasa.
Gejala intoleransi laktosa adalah produksi gas yang berlebihan (kentut terus) atau serangan diare. Orang yang intoleransi laktosa masih dapat meminum sekitar 250 ml susu setiap hari tanpa gejala yang parah. Banyak orang dewasa di dunia yang merupakan  penderita intoleransi laktosa.
Biasanya gejala intoleransi laktosa ini terjadi di usia remaja dan dewasa dimana pada usia tersebut, remaja tidak lagi rutin meminum susu sehingga produksi enzim laktase di usus menjadi berkurang. Hal ini yang salah. Semestinya minum susu cair segar dilakukan sepanjang hayat, tidak hanya di masa kanak-kanak saja.
Secara umum yang dimaksud alergi secara medis adalah adanya penolakan tubuh atas masuknya zat asing ke dalam tubuh. Penolakan ini mengakibatkan adanya perubahan pada tubuh yang menandakan reaksi penolakan, biasanya berupa mual, muntah maupun gatal-gatal.
Tidak sedikit orang yang salah dalam mengartikan intoleransi laktosa. Mereka berpendapat bahwa intoleransi laktosa adalah kondisi alergi terhadap susu sapi. Padahal keduanya tidak sama. Orang yang mengalami intoleransi laktosa bukan berarti alergi pada protein susu sapi dan intoleransi tersebut sifatnya tidak permanen.
Biasanya, alergi susu terjadi pada bayi. Karena belum bisa makan makanan padat, maka makanan bayi satu-satunya adalah ASI atau susu formula. Kondisi dimana bayi menolak adanya protein asing pada tubuhnya, inilah yang kemudian dinamakan alergi susu sapi. 
Post a Comment

Lainnya