Prospek Industri Susu


Analisis Strategi 


     Prospek industri pengolahan susu di analisis dengan menggunakan metoda SWOT, yang bertujuan menganalisis situasi perusahaan yang meliputi lingkungan internal terdiri dari kekuatan (strength) dan kelemahan (weakness), dan lingkungan eksternal terdiri dari peluang (opportunity) dan ancaman (threaten).


Faktor-faktor strategis internal yang menjadi kekuatan (strength) industri pengolahan susu dipaparkan sebagai berikut. 
Kendali mengatur harga susu segar (bahan baku industri pengolahan susu) yang dijual peternak lewat GKSI, karena jumlah perusahaan pengolahan susu yang ada membentuk pasar oligopsoni. 
Struktur industri yang memiliki kekuatan untuk menghambat masuknya pemain baru dalam industri, dikarenakan adanya dukungan pemerintah melalui kebijakan pemerintah tentang DNI yang menghambat adanya investasi baru, serta skala produksi yang besar dan mapan. 
Tingkat keuntungan usaha cukup besar karena industri pengolahan susu termasuk industri padat modal dengan menggunakan teknologi tinggi sehingga efisiensi produksi dapat dicapai. 
Jaringan distribusi pemasaran sudah terkoordinasi, karena perusahaan mempunyai cabang usaha distribusi pemasaran sendiri-sendiri. 
Pada skala besar, industri pengolahan susu mempunyai daya tahan yang cukup baik terhadap perubahan biaya dan penerimaan (nilai sensitivitas sampai 10%), dengan payback period kurang dari 4 tahun. 


Faktor-faktor strategis internal yang menjadi kelemahan (weakness) industri pengolahan susu dipaparkan sebagai berikut. 
Komponen impor bahan baku yang tinggi (70 – 75%) membuat pengadaan bahan baku industri pengolahan susu sangat tergantung dengan fluktuasi nilai tukar mata uang regional. Kondisi nilai tukar mata uang regional yang menurun mengakibatkan industri pengolahan susu lebih mengandalkan pasokan bahan baku dalam negeri yang masih rendah. Akibatnya, industri pengolahan susu berproduksi di bawah kapasitas optimal. 
Biaya produksi yang tinggi, sehingga membutuhkan biaya yang sangat besar untuk mengembangkan perusahaan maupun mengganti peralatan produksi yang sudah tua. Modal investasi cukup besar karena industri pengolahan susu ini termasuk industri padat modal dengan menggunakan teknologi tinggi. 
Pada skala kecil, industri pengolahan susu sangat sensitiv terhadap perubahan biaya dan penerimaan sehingga sangat beresiko. 


Faktor-faktor strategis eksternal yang menjadi peluang (opportunity) industri pengolahan susu dipaparkan sebagai berikut. 
Pembebasan impor bahan baku susu dengan dicabutnya kebijakan pemerintah tentang Bukti Serap dan Rasio susu membuka peluang untuk meningkatkan produksi susu olahan dalam negeri, karena tidak ada lagi hambatan impor bahan baku. 
Besarnya potensi pasar dan populasi Indonesia. Meningkatnya kesadaran gizi masyarakat dan hidup sehat, serta masih rendahnya konsumsi produk susu olahan per kapita masyarakat Indonesia, yaitu sebesar 4,7 kg/kapita/tahun. Laju konsumsi per tahun (6,1%) yang lebih besar dari laju produksi (3,1%) merupakan peluang pengembangan industri pengolahan susu nasional. 
Diversifikasi produk olahan susu. 
Perbaikan kondisi ekonomi makro. Adanya perbaikan perekonomian nasional yang diindikasikan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2000 yang semakin kuat memberikan harapan untuk berinvestasi dan berusaha kembali. 
Trend permintaan produk susu diproyeksikan cenderung meningkat yang ditunjukkan dengan semakin meningkatnya nilai konsumsi masyarakat akan produk susu. 


Faktor-faktor strategis eksternal yang menjadi ancaman (threaten) industri pengolahan susu dipaparkan sebagai berikut. 
Perubahan geopolitik di dalam negeri tidak menentu. Situasi politik dan keamanan dalam negeri yang rawan akan berdampak buruk bagi perkembangan bisnis industri pengolahan susu dalam negeri. 
Globalisasi pelaku industri. 
Skema insentif dan subsidi langsung/tidak langsung di negara asal pengekspor bahan baku susu impor. 
Hambatan standar kualitas dan mutu yang diterapkan pasar internasional terhadap produks susu. 


Serbuan masuknya produk susu olahan dari negara-negara produsen susu dunia, seperti New Zealand, Australia dan Amerika ke Asia dan khususnya Indonesia. Upaya keras dari Negara-negara tersebut untuk meniadakan segala hambatan perdagangan produk susu dunia seperti subsidi dan kuota, mendorong dipercepatnya perdagangan susu yang bebas, membuat produksi susu olahan dalam negeri kalah kompetitif. Oleh karena itu perlu segera dilakukan pembenahan, agar industri pengolahan susu dalam negeri tetap punya daya saing, salah satunya dengan cara dikeluarkannya kebijakan Pemerintah lewat Departemen Keuangan tanggal 24 Januari 2001, yang mengenakan PPn BM sebesar 10 terhadap impor produk kepala susu atau susu yang diasamkan/diragi seperti keju, yoghurt dan mentega.


Langkah selanjutnya untuk merumuskan strategi adalah mengkombinasikan analisis faktor internal dan eksternal dalam analisis SWOT. Analisis SWOT merupakan kombinasi strategi yang dapat dipilih oleh perusahaan dalam menjalankan usahanya, sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai. Analisis SWOT tersebut ungkapkan dalam strategi bisnis berikut.


Strategi Bisnis 

Berdasarkan kondisi peluang, ancaman, kekuatan dan kelemahan tersebut, beberapa alternatif strategi dapat diformulasikan sebagai berikut.


Strategi memanfaatkan kekuatan untuk meraih peluang 
Membangun dan mengembangkan usaha patungan (joint venture), melalui kemitraan strategis antara koperasi sebagai penyedia bahan baku susu segar dari peternak dan industri pengolahan susu, mitra usaha lainnya dalam bidang pemasaran. Merintis jaringan kemitraan usaha untuk diversifikasi produk susu olahan. 
Memperkuat jaringan distribusi yang dimiliki 
Peningkatan panguasaan pasar dengan ekspansi usaha. 
Peningkatan produksi; peluang proyeksi permintaan yang cenderung meningkat. 


Strategi memanfaatkan kekuatan untuk mengatasi ancaman 
Perlunya upaya untuk meningkatkan kemandirian usaha industri pengolahan susu dan usaha pendukung lainnya (koperasi, perbankan) untuk meningkatkan daya saing produk melalui pengembangan komponen domestik untuk mengurangi komponen impor dalam proses produksi. 
Meningkatkan kompetensi industri pengolahan susu dengan standarisasi kualitas produk dan industri. 
Kerjasama yang baik dari semua pihak untuk menjaga stabilitas di bidang politik, sosial dan keamanan 


Strategi mengatasi kelemahan untuk memanfaatkan peluang 
Membangun dan mengembangkan kemitraan strategis antara industri pengolahan susu dengan koperasi dan mitrausaha lainnya. Pembangunan industri hulu (peternakan sapi perah) dalam negeri diharapkan mampu menciptakan hubungan saling menguntungkan dalam penyediaan bahan baku berkualitas dengan harga lebih murah dari harga bahan baku impor. 
Upaya mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan baku susu harus segera dilakukan, dengan cara membuka perluasan usaha ke arah agribisnis peternakan sapi perah sebagai industri hulu industri pengolahan susu untuk menjamin kontinyuitas bahan baku susu segar dalam negeri. 
Mendorong pemerintah untuk dapat menjamin kestabilan nilai tukar rupiah. 
Pengajuan kredit ke lembaga keuangan untuk memperkuat modal investasi dalam perluasan usaha. 


Strategi mengatasi kelemahan untuk menghindari ancaman 
Meningkatkan kerjasama yang baik di antara semua pihak terkait untuk menjaga stabilitas bidang politik, sosial dan keamanan nasional. 
Melakukan pengawasan dan pengendalian mutu, mulai penerimaan bahan baku susu sampai pada pemasaran produk susu. 


Matriks SWOT Industri Pengolahan Susu






KEKUATAN-S 


KELEMAHAN-W 




1. Kendali mengatur harga susu segar karena struktur pasar oligopsoni.


2. Hambatan masuk pemain baru dalam industri.


3. Tingkat keuntungan usaha cukup besar.


4. Jaringan distribusi pemasaran sudah terkoordinasi.


5. Pada skala besar, industri pengolahan susu mempunyai daya tahan yang cukup baik terhadap perubahan biaya dan penerimaan (nilai sensitivitas sampai 10%), dengan payback period kurang dari 4 tahun.



1. Komponen impor bahan baku yang tinggi (70 – 75 persen)


2. Biaya produksi yang tinggi, modal investasi cukup besar karena industri pengolahan susu ini termasuk industri padat modal dengan menggunakan teknologi tinggi.


3. Pada skala kecil, industri pengolahan susu sangat sensitiv terhadap perubahan biaya dan penerimaan sehingga sangat beresiko.




PELUANG-O 


STRATEGI S-O 


STRATEGI W-O 



1. Pembebasan impor bahan baku susu.


2. Besarnya potensi pasar dan populasi Indonesia, meningkatnya kesadaran gizi masyarakat dan hidup sehat, serta masih rendahnya konsumsi produk susu olahan per kapita masyarakat Indonesia.


3. Diversifikasi produk olahan susu.


4. Perbaikan kondisi ekonomi makro.


5. Trend permintaan produk susu diproyeksikan cenderung meningkat yang ditunjukkan dengan semakin meningkatnya nilai konsumsi masyarakat akan produk susu.



1. Membangun dan mengembangkan usaha patungan (joint venture), melalui kemitraan strategis antara koperasi sebagai penyedia bahan baku susu segar dari peternak dan industri pengolahan susu, mitra usaha lainnya dalam bidang pemasaran. Merintis jaringan kemitraan usaha untuk diversifikasi produk susu olahan.


2. Memperkuat jaringan distribusi yang dimiliki


3. Peningkatan panguasaan pasar dengan ekspansi usaha.


4. Peningkatan produksi; peluang proyeksi permintaan yang cenderung meningkat.



1. Membangun dan mengembangkan kemitraan strategis antara industri pengolahan susu dengan koperasi dan mitrausaha lainnya.


2. Upaya mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan baku susu, dengan cara membuka perluasan usaha ke arah agribisnis peternakan sapi perah sebagai industri hulu industri pengolahan susu untuk menjamin kontinyuitas bahan baku susu segar dalam negeri.


3. Mendorong pemerintah untuk dapat menjamin kestabilan nilai tukar rupiah.


4. Pengajuan kredit ke lembaga keuangan untuk memperkuat modal investasi dalam perluasan usaha.










ANCAMAN-T 


STRATEGI S-T 


STRATEGI W-T 



1. Perubahan geopolitik di dalam negeri tidak menentu.


2. Globalisasi pelaku industri.


3. Skema insentif dan subsidi langsung/tidak langsung di negara asal pengekspor bahan baku susu impor.


4. Hambatan standar kualitas dan mutu yang diterapkan pasar internasional terhadap produks susu.



1. Perlunya upaya untuk meningkatkan kemandirian usaha industri pengolahan susu dan usaha pendukung lainnya (koperasi, perbankan) untuk meningkatkan daya saing produk melalui pengembangan komponen domestik untuk mengurangi komponen impor dalam proses produksi.


2. Meningkatkan kompetensi industri pengolahan susu dengan standarisasi kualitas produk dan industri.


3. Kerjasama yang baik dari semua pihak untuk menjaga stabilitas di bidang politik, sosial dan keamanan 


1. Meningkatkan kerjasama yang baik di antara semua pihak terkait untuk menjaga stabilitas bidang politik, sosial dan keamanan nasional.


2. Melakukan pengawasan dan pengendalian mutu, mulai penerimaan bahan baku susu sampai pada pemasaran produk susu.

Post a Comment

Lainnya